Sukabumi – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Komisi II, Edi Sudrajat, menggelar kegiatan Reses ke I Tahun Sidang 2026 di Kampung Babakan Sari RT 02/01, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Rabu (4/2/2026).
Reses perdana tahun ini dimanfaatkan Edi untuk menyerap aspirasi warga dari sejumlah RW di Desa Benda. Ia menyampaikan bahwa masukan masyarakat masih didominasi persoalan infrastruktur serta pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Aspirasi yang disampaikan tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, masih seputar infrastruktur dan UMKM, itu yang paling dominan,” ujar Edi.
Ia juga menyoroti tingginya angka pengangguran yang mendorong perlunya langkah konkret dari pemerintah daerah. Di wilayah tersebut, terdapat sembilan kelompok usaha, terutama di sektor makanan seperti keripik singkong dan keripik pisang. Namun, para pelaku usaha kini menghadapi kendala ketersediaan bahan baku seiring meningkatnya permintaan.
“Saat ini mereka kewalahan mendapatkan bahan baku karena permintaan terus naik,” tambahnya.
Dalam reses tersebut, sekitar 75 peserta hadir mewakili seluruh RW. Selain persoalan ekonomi, Edi turut menyoroti penataan infrastruktur komunikasi, khususnya maraknya pemasangan jaringan wifi, baik legal maupun ilegal, serta kabel-kabel yang semrawut dan mengganggu estetika lingkungan.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera ditertibkan oleh dinas terkait agar seluruh penyedia layanan wifi terdata dan terinventarisasi dengan baik.
“Dinas terkait harus bersikap tegas terhadap pemasangan kabel yang sembarangan. Banyak laporan dari masyarakat maupun media soal kesemrawutan ini, sehingga DPRD akan mendorong penertiban,” tegas Edi.
Ia menekankan pentingnya pendataan seluruh pelaku usaha di bidang komunikasi agar tidak terjadi pemasangan jaringan yang merugikan lingkungan dan ruang publik.
Melalui kegiatan reses ini, Edi Sudrajat berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap berbagai aspirasi warga, khususnya terkait penataan infrastruktur, penguatan UMKM, serta penanganan pengangguran di Desa Benda.









